Assalamu’alaikum..
Salam
sore menjelang senja. Hehe. Kali ini saya akan bercerita (padahal dari kemaren
juga cerita mulu) tentang lagi-lagi kejadian yang saya alami. Kisah ini bermula
dari sms teman saya yang berinisial RT. Ia mengirimkan sms itu 3 hari yang
lalu. Dia adalah teman satu jurusan saya di kampus.
Isi sms
nya seperti ini..
Satu pelajaran dari semut..
Seberapa banyak pun kesibukkannya, mereka
selalu berhenti untuk menyapa sahabat-sahabat yang mereka kasihi dan cintai. Dan
satu hal yang ingin kusampaikan buat hari ini adalah berhenti sebentar dari
kesibukkanku dan menyapamu lewat sms ini. Jika kamu gak ada waktu untuk
membalasnya, tersenyumlah saat membacanya karna itu sudah cukup berarti bagiku.
Selesai
membaca sms itu, ekspresi pertama saya adalah, “waaah bagus banget. So sweet..”.
tapi gak dipungkiri, sempet agak ‘tersindir’ juga sih karna saya semenjak
kuliah udah mulai jarang untuk ‘menyapa’ teman-teman saya. Tidak, bukan sekedar
teman. Tapi sahabat. Rasanya ingin membalas sms teman satu jurusan dengan saya
itu. Tentu ingin membalasnya dengan kata-kata yang manis. Namun apa daya, tak
punya kata-kata manis yang mampu tuk dirangkai, akhirnya saya memutuskan hanya
tersenyum setelah membaca sms itu.
Dua hari
setelah saya mendapat sms itu, saya pun ‘berinisiatif’ untuk mengirimkan sms
itu ke sahabat-sahabat saya. Walaupun memang
itu bukan kata-kata yang saya rangkai sendiri, namun sejatinya yang ingin saya ‘berikan’
lewat sms itu adalah murni ingin ‘menyapa’ sahabat-sahabat saya itu. Intinya,
saya sangaaaat kangen dengan mereka. Semoga
Allah selalu memberikan kita kesehatan, mempermudah segala urusan kita, dan
selalu memadukan dan memperkuat ikatan ukhuwah kita dalam ikatan kekal
cintaNya. Aamiin.
Selang
beberapa menit setelah saya kirim sms itu, sahabat-sahabat saya pun membalasnya.
Balasannya
sepertin ini..
EA : aku sombong ya? =( maaf =(
AP : dasar gombal laura. Haha
IK : *tersenyum sambil bales sms* hihi
OC : =)
APW : Aaaahhh...laura so sweet :D
Berbagai
ekspresi pun muncul saat membaca balasan sms sahabat-sahabat saya itu. Ketika membaca
sms EA, sungguh saya merasa tak enak. Ternyata EA merasakan hal yang saya
rasakan. Sempat tersindir. Sungguh tak ada maksud hati tuk menyindir
EA. Sungguh..untuk mengurangi kesalahpahaman akhirnya saya pun membalas kembali
sms EA.
Untuk
balasan yang diberikan AP, saya hanya tertawa. Gombal? *sambil geleng-gelengin
kepala. Sahabat saya yang satu ini memang tiada duanya untuk masalah G. Gombal
dan galau. Haha. #ups
Sedangkan
reaksi terhadap balasan oleh IK, OC, dan APW, saya hanya tersenyum. Bukan karna
malas membalas. Tapi takutnya nanti saling ‘gombal-menggombal’ tak terelakkan,
hingga mereka ‘enek’ dengan saya. *looh?? Hehe.
Sebenarnya
saya memang sangat kangen dengan kawan-kawan saya itu. Kalo digambarkan dengan
lagu, mungkin lagu yang pas adalah lagu yang berjudul sedang apa dan dimana. Haha. Hayoo, yang baca tulisan ini, tau gak
itu lagu siapa? Kalo gak tau juga gapapa sih..Hhhmm, ada lagi lagu yang lebih
cocok dan pas. Judul lagunya Rabithah (Izzis).
Yang ini harus tau lagunya kayak gimana dan penyanyinya siapa.. ^^
Intinya..
Saya sangat
merindukan sahabat-sahabat saya itu. Saya sangat merindukan setiap kejadian
dulu ketika bersama mereka. Ketawa bareng, saling ‘olok-mengolok’, saling
cerita masalah satu sama lain, galau bersama (looh?), naik angkot 04 merah
bareng, mentor bareng, nangis bareng kalo ada masalah itu,nginep bareng, bahkan
belajar bareng buat UN sama SNMPTN..
Sangat
rindu kalian..
“Ya
Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul
untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu dalam rangka menyeru (dakwah
dijalanMu), dan berjanji setia untuk membela syariatMu. Maka kuatkanlah ikatan
pertaliaannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah dengan cahayaMu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah
dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepadaMu, hidupkanlah dengan
ma’rifahMu, dan matikanlah dalam keadaan syahid dijalanMu. Sesungguhnya Engkau
sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Aamiin.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar