Minggu, 05 Februari 2012

bismillah..


Assalamu’alaikum.. ^^

Kali ini Insyaallah mau berbagi cerita hati. Lebih tepatnya, cerita pribadi sih. Semoga dibalik segala curahan ini, akan ada hikmah yang tersembunyi..

Saya seorang muslimah yang baru memakai jilbab ketika mulai memasuki SMA. Sebenarnya semenjak SMP sudah pernah terlintas untuk memakai jilbab. Namun karna satu dan hal lainnya, keinginan (bahkan kewajiban) itu baru terwujud ketika SMA. Terkadang masih teringat dulu sewaktu SMP, saya bertanya kepada kakak-kakak saya, yang kurang lebih inti dari pertanyaannya seperti ini. “Kak, kenapa perempuan harus pake jilbab sih? Kan repot, mau keluar aja harus pake kaos kaki. Belum manset juga. Diluar kan udah panas, apa gak bakal makin panas ya, kak?”. Terkadang sampe saat ini ingatan itu masih tetap berhasil membuat saya tersenyum sendiri. Terlebih ketika adik saya saat ini justru menanyakan hal yang sama ke saya.

Tak hanya pertanyaan itu saja yang sempat saya lontarkan. Pertanyaan lainnya kurang lebih seperti ini. “Kak, kenapa jilbabnya harus panjang banget, trus dilapisin lagi? Kenapa baju yang dipake gak boleh transparan?”. Berbagai kata kenapa dan kenapa selalu saya ucapkan tatkala melihat sang kakak sedang memakai jilbab. Kakak saya pun hanya menjawab, “Insyaallah nanti juga tau. Makanya pake jilbab doong. (sambil tersenyum)”. Meskipun diberi senyuman, tentu saja itu semua tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan yang ada.

“Gini adikku sayang, memakai jilbab itu hukumnya wajib untuk semua muslimah, terlebih ketika perempuan tersebut sudah baligh. Ukuran perempuan apabila udah baligh itu ketika ia sudah haid. Memakai jilbab bukan sebuah ‘budaya’, namun memang murni perintah dari Allah, dek. Aurat wanita itu, seluruh badan kecuali telapak tangan sama muka. Untuk itu kita juga perlu memakai jilbab dan kaos kaki kalo mau keluar rumah. Untuk masalah panas atau enggaknya, itu mah relatif. Tapi Insyaallah kalo udah terbiasa, gak akan panas kok.. Yaa walaupun misalnya cuaca emang lagi panas, meskipun kita pake jilbab, panasnya gak seberapa kok kalo dibandingin ama panasnya padang mahsyar. Niih yaa, makanya pake jilbab biar yang tadi diomongin lebih ‘meyakinkan’”, kurang lebih seperti itu jawaban kakak saya. Mungkin beliau sudah gak tahan ama adeknya yang satu ini, yang selalu bertanya kenapa dan kenapa.

Hingga akhirnya..

Hari ini adalah hari pertama saya keluar rumah dengan memakai jilbab (tak hanya hari ini, Insyaallah kan istiqomah hingga akhir. J). Hari ini pula saya daftar ulang ke SMA yang saya pilih sebagai pilihan pertama. Selama perjalanan menuju sekolah, saya teruuus ‘memperbaiki’ jilbab saya. Entah mungkin karna ini hari yang istimewa dengan jilbab pertama saya. Hehe. Pertama kali mulai masuk sekolah, saya sangat terkagum dengan kakak-kakak kelas akhwat yang memakai jilbab. Saya senang melihat mereka. Bukan karna saya tak normal saudara, tapi menurut saya entah kenapa kakak-kakak akhwat tersebut memiliki ‘kecantikan’ tersendiri. Jelasnya, gak bosen tuk diliat. Alhamdulillah, sampai saat ini pun saya tetap bersyukur bahwasanya Allah menempatkan dan mengizinkan saya untuk sekolah di SMA itu. Ya, SMA itu adalah SMAN 14 JAKARTA. Saya tak pernah malu untuk mengakuinya, karna dari sanalah segala cerita berawal dan mulai mencipta kisah.

Sampai saat ini, Alhamdulillah saya masih memakai jilbab (semoga tetap Allah istiqomah-kan sampai akhir hayat nanti, aamiin). Dan saya rasa, sekaranglah saatnya saya untuk mulai ‘menghasut’ adik  saya dan menjawab semua pertanyaannya tanpa menggurui. ^^
Kenapa sih perempuan harus memakai jilbab?
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jlbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(Q.S. 33 : 59)

Perintah memakai jilbab memang merupakan murni perintah dari Yang Maha Pengasih. Karna sejatinya tak ada aturanNya yang berdampak buruk bagi makhluknya. Untuk itu, untuk apa kita meragukan perintah itu jika yang memerintahkannya adalah Yang Maha Pemilik Kehidupan? J

Kenapa sih harus make kaos kaki, manset, atau atribut lainnya? Trus kenapa pula harus dilapisin jilbabnya?
Sebenernya, kaos kaki itu diperlukan karna memang kaki juga merupakan aurat wanita yang harus ditutupi. Sedangkan untuk manset, ini tergantung dari si pemakainya. Biasanya akhwat yang mamakai itu agar bagian tangannya tak terlihat seandainya gerakan yang dilakukannya bisa menarik baju pada bagian tangan.  Tuk jilbab yang dilapisin, yaa itu karna mungkin jilbabnya terawang. Kan sayang kalo udah pake jilbab tapi rambutnya masih keliatan (hehe). Terlebih sekarang ada jilbab yang memang tipis bahannya. Naah agar bisa memakainya ya  dengan cara melapisi lagi jilbab yang dipakai. ^^

Ribet gak sih pake jilbab? Gak panas?
Heemm, sekali lagi hal itu mah relatif. Tergantung dari si pemakainya. Untuk ribet atau enggaknya ya tergantung kitanya. (jadi muter-muter gini jawabnya. Hehe). Intinya kalo memang jilbab kain yang memerlukan peniti atau jarum pentul itu sangat ribet bahkan menyulitkan diri sendiri, sekarang udah ada kok jilbab yang langsung pakai. Namanya bergo. Umumnya orang nyebutnya “jilbab langsung”. Panas gak yaa? Insyaallah enggak kok..Kalo emang pas kita pake jilbab dan ngerasa panas, itu mah karna emang cuacanya aja kali yang panas. Hehe. Tapi kalo pengalaman saya pribadi, kalo sudah terbiasa, panasnya gak akan seberapa kok. Yaa justru kadang membawa ‘keademan’ tersendiri. J

Teruusss..

“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”
(Q.S. 7 : 26)

Untuk itulah saudariku, pakaian kita yaa pakaian takwa. Pakaian yang bisa menutupi aurat kita, bukan yang justru makin menampakkan aurat kita. Ibaratnya ya, donat yang dibungkus dengan plastik lebih baik dari donat yang tak terbungkus plastik. Tentunya donat yang terbungkus plastik tak akan mudah untuk dihinggapi lalat atau apapun. Sama halnya dengan kita, saudariku. Upss, bukan berarti menyamakan seorang muslimah dengan donat looh. Donat tadi hanya sekedar analogi. Ketika kita memakai jilbab, Insyaallah kita kan lebih ‘terjaga’. Ketika kita memakai jilbab karna memang ingin memenihi kewajiban kita atas perintahNya, untuk apa takut bila memang justru Yang Maha Perkasa lah yang Insyaallah kan selalu ‘bersama’ kita.. ^^

Kadang kala sering banyak pertanyaan dan pernyataan mengenai jilbab. “Ngapain make jilbab kalo kelakuan belum bener? Entar aja laah kalo kelakuan udah bener baru pake jilbab.”  Atau mungkin seperti ini..”Kan masih muda, nanti aja kali kalo udah tua, baruu pake jilbab. Kalo orang pake jilbab kan susah dapet kerjanya..” Dan..”Jilbabin diri dulu atau ‘jilbabin’ hati dulu?

Saudariku, seseorang yang sudah memakai jilbab, bukan berarti dia tak pernah melakukan kekhilafan. Bukan berarti segala yang dia katakan harus benar tanpa ada cela sedikit pun. Bukan seperti itu..sejatinya, seorang muslimah yang memakai jilbab karna memang ia yakin akan syari’at yang telah ditetapkan untuknya. Ia hanya mencoba dan terus meyakini bahwa memang seperti inilah jalanNya dan tanpa berhenti untuk terus memperbaiki diri. Untuk apa terus mengulur waktu bila sekarang pun kita bisa memulainya. Iya toh? Untuk apa kita takut nantinya tak akan mendapat pekerjaan, jika Yang MahaKaya justru yang menetapkan perintah untuk berjilbab..Ketika kita berjilbab, jadikanlah jilbab tersebut merupakan sarana untuk kita agar semakin dekat denganNya, semakin patuh dalam syari’atNya, dan terus menjauh dari laranganNya. Karna, memang sejatinya kita harus yakin bahwa Sang Maha Cinta, tak akan pernah mngecewakan kita.

karna yang aku tahu, Allah selalu bersamaku..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar