Assalamu’alaikum..
^^
Kali ini Insyaallah
mau berbagi cerita hati. Lebih tepatnya, cerita pribadi sih. Semoga dibalik
segala curahan ini, akan ada hikmah yang tersembunyi..
Saya seorang
muslimah yang baru memakai jilbab ketika mulai memasuki SMA. Sebenarnya
semenjak SMP sudah pernah terlintas untuk memakai jilbab. Namun karna satu dan
hal lainnya, keinginan (bahkan kewajiban) itu baru terwujud ketika SMA.
Terkadang masih teringat dulu sewaktu SMP, saya bertanya kepada kakak-kakak
saya, yang kurang lebih inti dari pertanyaannya seperti ini. “Kak, kenapa
perempuan harus pake jilbab sih? Kan repot, mau keluar aja harus pake kaos
kaki. Belum manset juga. Diluar kan udah panas, apa gak bakal makin panas ya,
kak?”. Terkadang sampe saat ini ingatan itu masih tetap berhasil membuat saya
tersenyum sendiri. Terlebih ketika adik saya saat ini justru menanyakan hal
yang sama ke saya.
Tak hanya
pertanyaan itu saja yang sempat saya lontarkan. Pertanyaan lainnya kurang lebih
seperti ini. “Kak, kenapa jilbabnya harus panjang banget, trus dilapisin lagi?
Kenapa baju yang dipake gak boleh transparan?”. Berbagai kata kenapa dan kenapa
selalu saya ucapkan tatkala melihat sang kakak sedang memakai jilbab. Kakak
saya pun hanya menjawab, “Insyaallah nanti juga tau. Makanya pake jilbab doong.
(sambil tersenyum)”. Meskipun diberi senyuman, tentu saja itu semua tidak cukup
untuk menjawab semua pertanyaan yang ada.
“Gini adikku
sayang, memakai jilbab itu hukumnya wajib untuk semua muslimah, terlebih ketika
perempuan tersebut sudah baligh. Ukuran perempuan apabila udah baligh itu
ketika ia sudah haid. Memakai jilbab bukan sebuah ‘budaya’, namun memang murni
perintah dari Allah, dek. Aurat wanita itu, seluruh badan kecuali telapak
tangan sama muka. Untuk itu kita juga perlu memakai jilbab dan kaos kaki kalo
mau keluar rumah. Untuk masalah panas atau enggaknya, itu mah relatif. Tapi
Insyaallah kalo udah terbiasa, gak akan panas kok.. Yaa walaupun misalnya cuaca
emang lagi panas, meskipun kita pake jilbab, panasnya gak seberapa kok kalo
dibandingin ama panasnya padang mahsyar. Niih yaa, makanya pake jilbab biar
yang tadi diomongin lebih ‘meyakinkan’”, kurang lebih seperti itu jawaban kakak
saya. Mungkin beliau sudah gak tahan ama adeknya yang satu ini, yang selalu
bertanya kenapa dan kenapa.
Hingga akhirnya..
Hari ini adalah
hari pertama saya keluar rumah dengan memakai jilbab (tak hanya hari ini,
Insyaallah kan istiqomah hingga akhir. J). Hari ini pula saya daftar ulang ke
SMA yang saya pilih sebagai pilihan pertama. Selama perjalanan menuju sekolah,
saya teruuus ‘memperbaiki’ jilbab saya. Entah mungkin karna ini hari yang
istimewa dengan jilbab pertama saya. Hehe. Pertama kali mulai masuk sekolah,
saya sangat terkagum dengan kakak-kakak kelas akhwat yang memakai jilbab. Saya
senang melihat mereka. Bukan karna saya tak normal saudara, tapi menurut saya
entah kenapa kakak-kakak akhwat tersebut memiliki ‘kecantikan’ tersendiri.
Jelasnya, gak bosen tuk diliat. Alhamdulillah, sampai saat ini pun saya tetap
bersyukur bahwasanya Allah menempatkan dan mengizinkan saya untuk sekolah di
SMA itu. Ya, SMA itu adalah SMAN 14 JAKARTA. Saya tak pernah malu untuk mengakuinya,
karna dari sanalah segala cerita berawal dan mulai mencipta kisah.
Sampai saat ini,
Alhamdulillah saya masih memakai jilbab (semoga tetap Allah istiqomah-kan
sampai akhir hayat nanti, aamiin). Dan saya rasa, sekaranglah saatnya saya
untuk mulai ‘menghasut’ adik saya dan
menjawab semua pertanyaannya tanpa menggurui. ^^
Kenapa sih perempuan harus memakai jilbab?
“Wahai Nabi! Katakanlah
kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah
mereka menutupkan jlbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar
mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah
Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(Q.S. 33 : 59)
Perintah memakai
jilbab memang merupakan murni perintah dari Yang Maha Pengasih. Karna sejatinya
tak ada aturanNya yang berdampak buruk bagi makhluknya. Untuk itu, untuk apa
kita meragukan perintah itu jika yang memerintahkannya adalah Yang Maha Pemilik
Kehidupan? J
Kenapa sih harus make kaos kaki, manset, atau atribut lainnya?
Trus kenapa pula harus dilapisin jilbabnya?
Sebenernya, kaos
kaki itu diperlukan karna memang kaki juga merupakan aurat wanita yang harus
ditutupi. Sedangkan untuk manset, ini tergantung dari si pemakainya. Biasanya
akhwat yang mamakai itu agar bagian tangannya tak terlihat seandainya gerakan yang
dilakukannya bisa menarik baju pada bagian tangan. Tuk jilbab yang dilapisin, yaa itu karna
mungkin jilbabnya terawang. Kan sayang kalo udah pake jilbab tapi rambutnya
masih keliatan (hehe). Terlebih sekarang ada jilbab yang memang tipis bahannya.
Naah agar bisa memakainya ya dengan cara
melapisi lagi jilbab yang dipakai. ^^
Ribet gak sih pake jilbab? Gak panas?
Heemm, sekali lagi
hal itu mah relatif. Tergantung dari si pemakainya. Untuk ribet atau enggaknya
ya tergantung kitanya. (jadi muter-muter gini jawabnya. Hehe). Intinya kalo
memang jilbab kain yang memerlukan peniti atau jarum pentul itu sangat ribet
bahkan menyulitkan diri sendiri, sekarang udah ada kok jilbab yang langsung
pakai. Namanya bergo. Umumnya orang nyebutnya “jilbab langsung”. Panas gak yaa?
Insyaallah enggak kok..Kalo emang pas kita pake jilbab dan ngerasa panas, itu
mah karna emang cuacanya aja kali yang panas. Hehe. Tapi kalo pengalaman saya
pribadi, kalo sudah terbiasa, panasnya gak akan seberapa kok. Yaa justru kadang
membawa ‘keademan’ tersendiri. J
Teruusss..
“Wahai anak cucu
Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan
untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik.
Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”
(Q.S. 7 : 26)
Untuk itulah
saudariku, pakaian kita yaa pakaian takwa. Pakaian yang bisa menutupi aurat
kita, bukan yang justru makin menampakkan aurat kita. Ibaratnya ya, donat yang
dibungkus dengan plastik lebih baik dari donat yang tak terbungkus plastik. Tentunya
donat yang terbungkus plastik tak akan mudah untuk dihinggapi lalat atau
apapun. Sama halnya dengan kita, saudariku. Upss, bukan berarti menyamakan
seorang muslimah dengan donat looh. Donat tadi hanya sekedar analogi. Ketika kita
memakai jilbab, Insyaallah kita kan lebih ‘terjaga’. Ketika kita memakai jilbab
karna memang ingin memenihi kewajiban kita atas perintahNya, untuk apa takut
bila memang justru Yang Maha Perkasa lah yang Insyaallah kan selalu ‘bersama’
kita.. ^^
Kadang kala sering
banyak pertanyaan dan pernyataan mengenai jilbab. “Ngapain make jilbab kalo
kelakuan belum bener? Entar aja laah kalo kelakuan udah bener baru pake jilbab.”
Atau mungkin seperti ini..”Kan masih
muda, nanti aja kali kalo udah tua, baruu pake jilbab. Kalo orang pake jilbab
kan susah dapet kerjanya..” Dan..”Jilbabin diri dulu atau ‘jilbabin’ hati dulu?
Saudariku,
seseorang yang sudah memakai jilbab, bukan berarti dia tak pernah melakukan
kekhilafan. Bukan berarti segala yang dia katakan harus benar tanpa ada cela
sedikit pun. Bukan seperti itu..sejatinya, seorang muslimah yang memakai jilbab
karna memang ia yakin akan syari’at yang telah ditetapkan untuknya. Ia hanya
mencoba dan terus meyakini bahwa memang seperti inilah jalanNya dan tanpa
berhenti untuk terus memperbaiki diri. Untuk apa terus mengulur waktu bila
sekarang pun kita bisa memulainya. Iya toh? Untuk apa kita takut nantinya tak
akan mendapat pekerjaan, jika Yang MahaKaya justru yang menetapkan perintah
untuk berjilbab..Ketika kita berjilbab, jadikanlah jilbab tersebut merupakan
sarana untuk kita agar semakin dekat denganNya, semakin patuh dalam syari’atNya,
dan terus menjauh dari laranganNya. Karna, memang sejatinya kita harus yakin
bahwa Sang Maha Cinta, tak akan pernah mngecewakan kita.
karna yang aku tahu, Allah selalu bersamaku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar