Kamis, 02 Februari 2012

saatnya bangun cinta

Assalamu’alaikum, wr. wb


Ini tulisan kedua yang ingin saya ‘tampilkan’ di blog saya. Maaf bila nantinya tulisan ini masih amatir dengan kata-kata yang kurang pas dan ‘diletakkan’ dengan kombinasi yang salah. Saya hanya ingin berbagi tulisan dengan sedikit pengetahuan yang saya miliki. J
Kali ini saya akan bercerita tentang ‘virus’ merah jambu. Mungkin ada yang sudah mengerti, virus jenis apa itu dan mengkontaminasi organ apa ditubuh. Mungkin ada juga yang berdecak, “virus merah jambu? Apa pula itu?”. Pernyataan apapun tak salah, karna segalanya merupakan argumen yang memang berhak untuk disampaikan.

Berbicara tentang cinta, mengingatkan saya akan sebuah buku yang pernah saya baca. Buku yang sangat menarik. Ada sebuah kata-kata yang saling tertaut indah, bernada lembut menyentuh jiwa, dan membuat diri makin menghamba pada Sang Maha Perkasa.

Jadikan cintaku padaMu Ya Allah
Berhenti di titik ketaatan
Meloncati rasa suka dan tak suka
Karena aku tahu,
mentaatiMu dalam hal yang tak kusukai
adalah kepayahan, perjuangan, dan gelimang pahala
karena seringkali ketidaksukaanku,
hanyalah bagian dari ketidaktahuanku

Sungguh begitu lembut. Menegur nurani yang terkadang lupa akan kekhilafan. Lupa bahwa ada cinta yang begitu besar, suci, dan tiada duanya yang seharusnya lebih kita perjuangkan. Bukan cinta yang menyita waktu dengan keterputus-asaan, kesedihan, hingga merelakan waktu berlalu dengan cara yang sangat menyedihkan. Hanya merenungi, bahkan mengutuk. Termasuk diri ini yang juga kadang khilaf akan kesalahan.

Cinta, satu kata penuh makna. Berbagai kisah tercipta, penuh pengorbanan, dan butuh pengendalian. Cinta mempunyai dua sisi yang berbeda, tergantung dari mana kita memulainya, menjaganya, dan mengarahkannya. Cinta tak hanya sekedar rasa ketertarikan semata karna cinta hanya dapat menyentuh dan terasa indah bila kita mampu memberinya dengan tulus.

Jadi teringat kisah saya dan teman saya dulu. Seorang teman yang sudah saya anggap sebagai saudari saya. Saudari seiman dan seperjuangan. Dulu saya pernah ‘mengingatkannya’ tentang cinta yang sedang ia ‘bina’. Cinta yang belum saatnya untuk diberikan. Bukan karna pilih-memilih sasarannya, ini karna memang murni belum masuk waktu yang diberkahiNya. Salahku juga wahai saudariku, yang mungkin telah mencoba untuk ‘mengekangmu’. Tapi sungguh, aku tak bermaksud seperti itu. Sungguh aku sangat sayang padamu, sehingga aku tak ingin mebuatmu makin terjatuh. Mungkin memang diriku bukanlah orang yang pantas untuk membimbingmu, karna memang diri ini masih banyak kesalahan. Namun, salahkah aku bila aku mengingatkanmu? Mengingatkanmu akan janji kita dulu untuk tetap teguh. Teguh dalam syariatNya dan teguh memegang prinsip kita. Yaaa, hanya doa yang mampu aku panjatkan. Semoga Allah selalu membimbingmu dan tetap menjaga hati kita untuk tetap memegang prinsip kita. Aamiin, Ya Rabbi..

Terkadang, mencintai tak harus memiliki. Mencintai tak kenal akan perhitungan untung rugi. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilahkan. Yang ini pengorbanan.

Karna cinta, Rasulullah rela untuk menyampaikan risalah untuk ummatnya dimuka bumi meski segala hujatan, cacian, dan perkataan mengutuk selalu terlontar dari para jahiliyah. Dengan cinta, seorang ibu rela untuk mengandung dan menyapih anaknya meski raga semakin rapuh. Untuk cinta, dalam ukhuwah tak pernah saling menghitung pengorbanan yang telah diberikan.

Semoga kita para hambaNya, tak pernah rela kehilangan akan cinta dari Sang Maha Cinta. Semoga kita tak pernah mau ketinggalan ‘kereta’ yang terus melaju menuju cinta sejati dariNya. Dan semoga kita saling mencintai dalam dekapan lembut cinta dari Sang Maha Penyayang..
Aamiin, Ya Allah..

karena bukan lagi saatnya jatuh cinta, tapi harus bangun cinta..

1 komentar:

  1. lau,nice post :)

    jika bukan karena cinta,tak mungkin seorang sahabat berani mengingatkan sahabatnya akan komitmennya pada Alah,Sang pemilik cinta..

    BalasHapus